MENGEMBALIKAN MISI PENDIDIKAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN PESANTREN

Ngainun Naim

Abstract


This paper intends to reposition Islamic boarding school (Pesantren) as an educational institution that is likely to contribute greatly to the formation of Indonesian identity in the future. The discussion involves the analysis of philosophy, history, sociology, anthropology, theology and education. Data were collected textually and contextually. The result shows that Pesantren is the first educational institution (the 13th Century) that focuses on forming values, moral and socio-cultural character of Indonesia. Some of the orders were passed on in the form of Indonesian Islamic law, architecture and puppets. There are three basic characters that allow schools (Pesantren) to carry out this mission: 1) institutional system that is integrated with the community, 2) intensive ongoing learning system (pondok) and 3) implementation of principles that are based on the universal teachings of Islam can be interpreted in three dimensions, the mythic and the ontological functional (Van Peursen, 1998). Strategically, all three can return the mission of the schools (Pesantren): build and develop the character, moral (akhlak), social (ummat), culture (adab) and religiosity of Indonesia.


Keywords


Social; Cultural; Pesantren.

Full Text:

PDF

References


A‟la, Abd. 2006. Pembaruan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Abdullah, Taufik. 1987. Islam Dan Masyarakat, Jakarta: LP3ES.

Al-Balali, Hamid, Abdul. 2003. Madrasah Pendidikan Jiwa. Jakarta: Gema Insani.

Arifin, Imron. 1993. Kepemimpinan Kyai, Kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Malang: Kalimasahada Press.

Barnadib, Imam. 1995. Pendidikan Perbandingan. Yogyakarta: Andi Offset.

Baso, Ahmad. 2012. Akar Pendidikan Kewarganegaraan Di Pesantren. Media Pendidikan Jurnal Pendidikan Islam. Volume XXVII, Nomor 2, 2012/1433. Fakulatas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung kerjasama dengan Asosiasi Sarjana Pendidikan Islam Indonesia.

Baso, Ahmad. 2012. Pesantren Studies 2a. Jakarta: Pustaka Afid.

Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren, Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Ghazali, M. Bahri. 2003. Pesantren Berwawasan Lingkungan. Jakarta: Prasasti.

Hadi, Murtadho. 2012. Tiga Guru Sufi Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Hasbullah. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Khan, D. Yahya. 2010. Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri, Mendongkrak Kualitas Pendidikan. Yogyakarta: Pelangi Publishing.

Kompas, 1 Mei 2011.

Kompas, 13 Oktober 2012.

Kompas, 24 November 2012.

Mas‟ud, Abdurrahman. 2004. Intelektual Pesantren, Perhelatan Agama dan Tradisi. Yogyakarta: LKiS.

Mastuhu. 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Muhajir, As‟aril. 2011. Ilmu Pendidikan Perspektif Kontekstual. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Muhammad, Husein. 2011. Kiyai, Pesantren dan Pembentukan Karakter Bangsa. Makalah pada ACIS XI di Bangka Belitung, 10-13 Oktober 2011.

Munir, Abdullah. 2010. Pendidikan Karakter, Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah. Yogyakarta: Paedagogia.

Nasuha, Chozin, ”Epistemologi Kitab Kuning,” dalam Marzuki Wahid, Suwendi dan Saefuddin Zuhri (peny.). 1999. Pesantren Masa Depan, Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Bandung: Pustaka Hidayah.

pdf foxit reader. 2012.

Qomar, Mujamil. 2006. Epistemologi Pendidikan Islam, Dari Metode Rasional hingga Metode Kritik. Jakarta: Erlangga.

Roibin. 2009. Relasi Agama & Budaya Masyarakat Kontemporer. Malang: UIN Maliki Press.

Saad, Hassan. 2003. Bersama Induk Semang: Kearifan Tradisional dan Semangat Kewirausahaan Pedagang Pidie Aceh. Yogyakarta: Relief Press.

Said, Muh, Affan, Junimar. 1987. Mendidik Dari Zaman Ke Zaman. Bandung: Jemmars.

Steenbrink, Karel A. 1994. Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES.

Sukamto. 1999. Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren. Jakarta: LP3ES.

Sukardi (eds). 2000. Kuliah-Kuliah tasawuf. Bandung: Pustaka Hidayah.

Suparno, Paul, dkk. 2002. Reformasi Pendidikan, Sebuah Rekomendasi. Yogyakarta: Kanisius.

Tafsir, Ahmad. 1996. Pendidikan Agama Dalam Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tebba, Sudirman, ”Dilema Pesantren: Belenggu Politik dan Pembaharuan Sosial”, dalam M. Dawam Rahardjo (ed.). 1985. Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun Dari Bawah. Jakarta: P3M.

Thoha, M. Chabib. 1996. Reformulasi Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Uhbiyati, Nur. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Van Peursen, C.A. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Wahid, Abdurrahman, ”Pesantren Sebagai Subkultur,” dalam M. Dawam Rahardjo (ed.). 1995. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES.

www.social-sciences/sociology/-sejarah pesantren/IX

Zaeni, A. Wahid. 1995. Dunia Pemikiran Kaum Santri. Yogyakarta: LPSM NU DIY.




DOI: https://doi.org/10.15575/jpi.v27i3.528

DOI (PDF): https://doi.org/10.15575/jpi.v27i3.528.g524

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View My StatsWeb Analytics

Editorial Office:

Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru

Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40614

Phone: 022- 7802276

e-mail: journalof.islamiceducation@uinsgd.ac.id



 Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Islam by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.