Implikasi Hukum Kedudukan Wakil Menteri sebagai Penyelenggara Negara Terhadap Larangan Rangkap Jabatan
Legal Implications of the Position of Deputy Ministers as State Administrators Regarding the Prohibition on Holding Dual Positions
DOI:
https://doi.org/10.15575/sjtp.v3i2.53459Keywords:
Political Office; Concurrent Positions; State Administrator; Deputy Minister.Abstract
The prohibition of deputy ministers holding multiple positions has become a polemic within the government structure due to the absence of explicit legal norms regulating such restrictions. This issue later developed following a Constitutional Court ruling stating that the prohibition on ministers holding multiple positions also applies to deputy ministers. This study aims to examine the legal position of deputy ministers in the Indonesian government system and the legal implications arising from the prohibition on holding concurrent positions. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. Secondary data, consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials, are analyzed descriptively and analytically. The study concludes that deputy ministers are state administrators appointed by the President to assist ministers in carrying out their duties and functions. Accordingly, the principles of state administration are inherent in the office of the deputy minister. The prohibition of dual positions has legal implications for interpretation, limits presidential prerogatives, and requires the application of sanctions.
References
Ahmad Fauzi, “Pembatasan Kewenangan Penambahan Kementrian Negara Oleh Presiden (Pembentukan Kabinet Merah Putih Oleh Presiden Prabowo Subianto),” Bleach : Bulletin Of Law Research 1, no. 2 (2024), 61, https://ejournal.univbhaktiasih.ac.id/index.php/bleach.
Ahmad Wildan Sukhoyya, “Dampak Pengesahan UU No 61 Tahun 2024 Tentang Perubahan UU No 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara Terhadap Stabilitas Keuangan Negara,” Proceeding APHTN-HAN 2, no. 1 (2024): 11, https://doi.org/10.55292/dhnewa92.
Andryan. “Efektifitas Wakil Menteri Negara Sebagai Pembantu Presiden Dalam Sistem Presidensial.” Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Dan Hukum Administrasi Negara 2, No. 1 (Desember 2024): 17-50.
Ardiansya, Ariyanto and Arya Sanjaya. “Dinamika Politik Hukum Ketatanegaraan Indonesia dalam Rangkap Jabatan Politis (Menteri).” Journal Scientific of Mandalika 6, No. 4 (Maret 2024): 1073-1087.
Arifin, Firdaus. “Kedudukan Dan Kewenangan Serta Pertanggungjawaban Wakil Menteri Dalam Menjalankan Pemerintahan Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara.” Integralistik 35, No. 1 (Januari 2024).
Arini, Dita Rosalia. “Pengaturan Terhadap Rangkap Jabatan Sebagai Menteri Sekaligus Pemimpin Daerah Dalam Pandangan Politik Hukum Indonesia.” JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 3, No. 2 (Mei 2022): 80-89.
Ariyanto Ardiansya dan Arya Sanjaya, “Dinamika Politik Hukum Ketatanegaraan Indonesia Dalam Rangkap Jabatan Politis (Menteri)”, Journal Scientific of Mandalika 6, no. 4 (2025): 1073, https://doi.org/https://doi.org/10.36312/10.36312/vol6iss4pp1073-1085.
Candra, Mardi. Birokrasi dan Good Governance (1st ed., Vol. 1). Jakarta: Kencana, 2024.
Damayanti, Sri, Luthfi Hanif Fakharoenvissa, Muhammad Syifanur Kholik, and Muhammad Valdy Satria Pratama. “Ketika Kekuasaan Melawan Batas (Polemik Sosial-Politik Dalam Larangan Menteri Rangkap Jabatan).” Hukum Dinamika Ekselensia 7, No. 1 (Maret 2025): 174–188.
Dian Efianingsih, Arfa’i, and Bustanuddin, “Analisis Yuridis Penempatan Wakil Menteri Pada Kementerian Tertentu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara” Limbago: Journal of Constitutional Law 4, no. 2 (2024): 158-158, https://doi.org/10.22437/limbago.v4i2.33991.
Dian Efianingsih, Arfa’i, and Bustanuddin, “Analisis Yuridis Penempatan Wakil Menteri Pada Kementerian Tertentu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara” Limbago: Journal of Constitutional Law 4, no. 2 (2024): 158-158, https://doi.org/10.22437/limbago.v4i2.33991.
Dian Furqani Tenrilawa dan Sitti Mutmainnah Syam, . "Fungsi, Kewenangan Dan Pengangkatan Wakil Menteri Dalam Ketatanegaraan Republik Indonesia," Jurnal Hukum Unsulbar 5, no. 3 (2022): 46, https://doi.org/10.31605/j-law.v5i3.3219.
Dita Rosalia Arini, “Pengaturan Terhadap Rangkap Jabatan Sebagai Menteri Sekaligus Pemimpin Daerah Dalam Pandangan Politik Hukum Indonesia,” Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 3, no. 2 (2022): 89, https://doi.org/10.36418/syntax-imperatif.v3i2.156.
Efianingsih, Dian, Arfa’i, and Bustanuddin. “Analisis Yuridis Penempatan Wakil Menteri Pada Kementerian Tertentu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara.” Limbago: Journal of Constitutional Law 4, No. 2 (Juni 2024): hal 155-166.
Ervin Nugroho Sudin dan Seoti Nur Wijayanti, “Comparison of the Position of Deputy Ministers Before and After the Decision of the Constitutional Court Number 76 / PUU-XVIII / 2020 Komparasi Kedudukan Wakil Menteri Sebelum Dan Sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 76 / PUU-XVIII / 2020” Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference 2, no.1 (2022): 334, https://doi.org/10.18196/umygrace.v2i1.456.
Fadhlillah, Muhammad Rizqi, Aprili Naufal Anggraeni, Yusmedi Yusuf, and Ilham Pangestu Aji. “Rangkap Jabatan Menteri Sebagai Pimpinan Federasi Olahraga Dalam Perspektif Ketatanegaraan Indonesia Keywords Abstrak Kata Kunci.” Yustisia Tirtayasa 4, No. 3 (September 2024): 18–36.
Fadila Muajaba Kasanah and Dian Suluh Kusuma Dewi, “Analisis Larangan Rangkap Jabatan Menteri Dalam Partai Politik Berdasarkan Undang-Undang Pasal 23 Nomor 39 Tahun 2008,” Journal of Governance Innovation 4, no. 2 (2022): 155, https://doi.org/10.36636/jogiv.v4i2.1496.
Fauzi, Ahmad. “Pembatasan Kewenangan Penambahan Kementrian Negara Oleh Presiden (Pembentukan Kabinet Merah Putih Oleh Presiden Prabowo Subianto).” Bleach : Bulletin Of Law Research 1, No. 2 (Desember 2024): 61-66.
Firdaus Arifin, “Kedudukan Dan Kewenangan Serta Pertanggungjawaban Wakil Menteri Dalam Menjalankan Pemerintahan Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara,” Integralistik 35, no. 1 (2024):12, https://doi.org/10.15294/4vhawx39.
Fitrianita, Ika, and Jayanti Puspitaningrum. "Dualisme (Rangkap) Jabatan Wakil Menteri Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XVII/2019 Terhadap Pengujian Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara." Journal of Law Review 1, No. 1 (Februari 2022): 11-24.
HR, Ridwan. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2020.
Ibnu Arradzie Panigfat, Jimmy Jefry Pietersz, and Garciano Nirahua, “Rangkap Jabatan Menteri Sebagai Pimpinan Partai Politik Dalam Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia,” Jurnal Saniri 4, no. 1 (2023): 6–7, https://doi.org/10.47268/saniri.v4i1.1686.
Kasanah, Fadila Muajaba and Dian Suluh Kusuma Dewi. “Analisis Larangan Rangkap Jabatan Menteri Dalam Partai Politik Berdasarkan Undang-Undang Pasal 23 Nomor 39 Tahun 2008.” Journal of Governance Innovation 4, No. 2 (November 2022): 153–162.
Kausar, Reza, and M. Gaussyah. “Kedudukan Wakil Menteri Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia the Position of the Vice Minister in the Indonesian Constitutional System.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan 5, No. 2 (Mei 2021): 141–149.
Liu, Christin Nathania, Hendrik Pondaag, and Karel Yossi Umboh. “Kedudukan Kementerian Negara Dalam Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia.” Lex Privatum 10, No. 5 (Agustus 2022): 1-17.
Muhammad Rizqi Fadhlillah, Aprili Naufal Anggraeni, Yusmedi Yusuf, dan Ilham Aji Pangestu, “Can Ministers Lead Sports Federations? Examining Power and Dual Roles in Indonesia’s Constitution,” Yustisia Tirtayasa 4, no. 3 (2024): 28, https://dx.doi.org/10.51825/yta.v4i3.25590.
Panigfat, Ibnu Arradzie, Jimmy Jefry Pietersz, and Garciano Nirahua. “Rangkap Jabatan Menteri Sebagai Pimpinan Partai Politik Dalam Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia.” Saniri 4, No. 1 (November 2023): 1–10.
Reza Kausar dan M. Gaussyah, “Kedudukan Wakil Menteri Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia the Position of the Vice Minister in the Indonesian Constitutional System,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan 5, no. 2 (2021): 147–148, https://jim.usk.ac.id/kenegaraan/article/view/18924/8794, ISSN: 2597-6885 .
Saputra, Ahmad Arya, Muhammad Ariel Badrul Fallah, and Yohanes Asep Bintang Kosasih Universitas Victorina Puspita Indranarwasti. “Analisis Regulasi Larangan Rangkap Jabatan Dalam Pemerintahan Indonesia Sebagai Dukungan Penerapan Good Corporate Governance Ahmad.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, No. 14 (Juli 2024): 61-76.
Sari, Sonia Sekar Aminuddin Ilmar, Eka Merdekawati Djafar, and Pan Mohamad Faiz “Concerning the Prohibition of Concurrent Deputy Pengabaian Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Larangan Rangkap Jabatan Wakil Menteri.” Jurnal Konstitusi 20, No. 4 (Desember 2023): 604-621.
Septiani. "Praktik Rangkap Jabatan Wakil Menteri Perspektif Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XVII/2019 dan Konsep Al-Wizarah Imam Al-Mawardi." Al-Balad: Journal of Constitutional Law 3, No. 2 (September 2021): 1-18.
Sonia Sekar Sari, Aminuddin Ilmar, Eka Merdekawati Djafar, dan Pan Mohamad Faiz “Concerning the Prohibition of Concurrent Deputy Pengabaian Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Larangan Rangkap Jabatan Wakil Menteri,” Jurnal Konstitusi 20, no. 4 (2023): 610, https://doi.org/10.31078/jk2043.
Sri Damayanti, Luthfi Hanif Fakharoenvissa, Muhammad Syifanur Kholik, dan Muhammad Valdy Satria Pratama, “Ketika Kekuasaan Melawan Batas (Polemik Sosial-Politik Dalam Larangan Menteri Rangkap Jabatan),” Hukum Dinamika Ekselensia 07, no. 1 (2025): 179, https://journalpedia.com/1/index.php/hde/index.
Sudin, Ervin Nugroho and Septi Nur Wijayanti. “Comparison of the Position of Deputy Ministers Before and After the Decision of the Constitutional Court Number 76 / PUU-XVIII / 2020 Komparasi Kedudukan Wakil Menteri Sebelum Dan Sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor.” Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference 2, No. 76 (September 2022): 250-262.
Sukhoyya, Ahmad Wildan. “Dampak Pengesahan Uu No 61 Tahun 2024 Tentang Perubahan Uu No 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara Terhadap Stabilitas Keuangan Negara.” Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Dan Hukum Administrasi Negara 2, No. 1 (Desember 2024): 1–16
Sulaiman, King Faisal. Teori dan Hukum Konstitusi (2nd ed., Vol. 1). Yogyakarta: Nusa Media, 2019.
Tenrilawa, Dian Furqani and Sitti Mutmainnah Syam. “Fungsi, Kewenangan dan Pengangkatan Wakil Menteri dalam Ketatanegaraan Republik Indonesia.” Jurnal Hukum Unsulbar 5, No. 60 (Oktober 2022): 38-53.
Z.DS, Adrian Riyoeda, Anggia Putri Syarani, Cindy Aulia Rahma,Batu Bara, Helena Syifa NST, and Risky Azhari Selian.“Pandangan Fikih Siyasah Terhadap Larangan Rangkap Jabatan Wakil Menteri Dalam Pemerintahan Indonesia.” Tabayyun: Journal Of Islamic Studies 1, No. 01 (Desember 2023): 42-54.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Cipta Indra Lestari Rachman, Diani Kesuma, Zulpadli Barus, Salma Nadhifah Ramdhan, Chalisha Albania Rofik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





