Banalitas Jihad dalam Pemberitaan Terorisme
DOI:
https://doi.org/10.15575/tadbir.v10i4.54540Abstract
Fenomena terorisme global dan nasional menunjukkan kecenderungan kuat media massa dalam mengaitkan aksi kekerasan dengan konsep jihad, sehingga melahirkan pemaknaan yang sempit, reduktif, dan cenderung menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri. Pemberitaan terorisme yang berulang dan sensasional telah membentuk banalitas jihad, yakni proses pengosongan makna jihad sebagai konsep etis-spiritual menjadi sekadar legitimasi kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media daring di Indonesia melakukan banalisasi terhadap konsep jihad dalam pemberitaan aksi terorisme serta bagaimana proses produksi makna tersebut bekerja dalam kerangka agenda setting media. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana media, berlandaskan teori agenda setting yang meliputi aspek visibility, audience salience, dan valency. Data diperoleh dari berita-berita terorisme pada media daring nasional yang dipilih berdasarkan kepemilikan, popularitas, dan representasi institusional. Hasil penelitian diharapkan mampu mengungkap pola-pola framing media yang mereduksi jihad menjadi narasi kekerasan, sekaligus menunjukkan implikasinya terhadap opini publik dan citra Islam. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan literasi media, wacana jurnalisme damai, serta perumusan kebijakan pemberitaan terorisme yang lebih berimbang dan bertanggung jawab.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish articles in Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



