Tradisi Haul K.H Muhammad Zarkasyi Di Cibaduyut Tahun 2011 - 2022
DOI:
https://doi.org/10.15575/priangan.v4i1.21962Abstrak
Abstract
The cycle of human life in general, starting from the womb, giving birth, getting married to facing death, is often held in traditions or rituals. In this study, the author will discuss the traditions that are carried out when facing death. Someone who is facing death, the family he left behind will carry out the tahlilan tradition of 7 consecutive days, 40 days (matangpuluh), and 100 days (natus). In the year after death, a haul tradition or one-year anniversary of death will be held. The Cibaduyut area is an area that still holds haul traditions to commemorate the death of K.H Muhammad Zarkasyi, a charismatic cleric and leader of the Cibaduyut Islamic boarding school. So, to commemorate his services every year his death is always commemorated. The method used in this study is the historical research method which includes four stages, namely the heuristic, criticism, interpretation, and historiography stages. The results of the study show that the haul tradition of a cleric feels more religious and flamboyant like that carried out in Cibaduyut. In addition, during the development of the Cibaduyut haul tradition, it experienced a cultural touch from the habaib circles. The implementation of the haul tradition also forms solidarity between communities and it can also be said that haul is a social reality because the community accepts the existence of the haul tradition.
Â
Keywords : Tradition, Haul, K.H Muhammad Zarkasyi
Â
Abstrak
Siklus kehidupan manusia pada umumnya mulai dari dalam kandungan, melahirkan, menikah hingga menghadap kematian sering diadakan dengan tradisi atau ritual. Dalam penelitian ini, penulis akan membahas tradisi yang dilakukan ketika menghadapi kematian. Seseorang yang menghadapi kematian, oleh keluarga yang ditinggalkannya akan dilakukan tradisi tahlilan dari 7 hari berturut-turut, 40 hari (matang puluh), dan 100 hari (natus). Pada setahun setelah meninggal akan diadakan tradisi haul atau peringatan kematian genap satu tahun. Daerah Cibaduyut merupakan daerah yang masih mengadakan tradisi haul untuk memperingati wafatnya K.H Muhammad Zarkasyi, seorang ulama yang kharismatik serta pimpinan dari pesantren Cibaduyut. Maka, untuk mengenang jasa-jasanya setiap tahun kematiannya selalu diperingati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu tahapan heursitik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi haul seorang ulama terasa lebih agamis dan gebyar seperti yang dilaksanakan di Cibaduyut. Selain itu, dalam perkembangnnya tradisi haul Cibaduyut mengalami sentuhan budaya dari kalangan habaib. Terlaksananya tradisi haul juga membentuk solidaritas antar masyarakat dan dapat dikatakan pula bahwa haul sebagai realitas sosial karena masyarakat menerima adanya tradisi haul.
Â
Kata Kunci : Tradisi, Haul, K.H Muhammad Zarkasyi
Referensi
Daftar Sumber
Buku & Artikel Jurnal
Abdurahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Fattah, A. M. (2006). Tradisi Orang-orang NU. Yogyakarta: Pustaka Pesantren
Hanif, A. (2016). Tradisi Peringatan Haul Dalam Pendekatan Sosiologi Pengetahuan Peter L. Berger. Jurnal Studi Islam dan Sosial, Volume 13 No. 1.
Munir, S. (2020). Tradisi Haul Memperingati Kematian Di Kalangan Masyarakat Jawa (Kajian Antropologi). Jurnal Studi Ilmiah.
Purnama, A. (2021). Tradisi Keislaman Masyarakat Sunda pada Abad ke-19. Jurnal Historia Madania, Volume 5 (2).
Sholikhin, M. (2010). Ritual & Tradisi Islam Jawa : Ritual - ritual dan Tradisi - Tradisi tentang Kehamilan, Kelahiran, Pernikahan, dan Kematian Di Kalangan Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Narasi (Anggota IKAPI).
Syauqi, A. (2020). Jalan Panjang COVID 19 (Sebuah Refleksi dikala Wabah Merajalela Berdampak pada Perekonomian). Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah, Vol 1 No. 1.
Sumber Benda
Foto Dokumentasi Acara Haul. (2022). Bandung: Koleksi Pribadi Keluarga K.H Muhammad Zarkasyi.
Foto Makam K.H Muhammad Zarkasyi. (2022). Bandung: Koleksi Pribadi
Video Dokumentasi Haul K.H Muhammad Zarkasyi dari tahun ke tahun. (2022). Bandung: Koleksi Pribadi Keluarga K.H Muhammad Zarkasyi. Dalam: https://www.youtube.com/watch?v=Iu_D1Nxyorw Diakses pada tanggal 9 Desember 2022.
Sumber Lisan
Arifin, Z. Zaenal. (65 Tahun) Cucu dari K.H Muhammad Zarkasyi. Wawancara. Wawancara pada tanggal 22 November 2022
Mutaqin, Jejen Zainal. (70 Tahun) Tokoh Masyarakat dan Ketua RW 01 Cibaduyut. Wawancara. Wawancara pada tanggal 21 November 2022
Somadin, H Agus. (58 Tahun). Ketua Panitia Pelaksanaan Haul K.H Muhammad Zarkasyi. Wawancara. Wawancara pada tanggal 21 November 2022
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).